Virtual Teleconference MMS-STIEPAR

Untuk meningkatakan kekuatan dan menggerakkan rasa optimis supaya bisa berbahasa inggris, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPAR) Manado buka program Internasional Class Practice English Klub untuk mahasiswanya.

Aktivitas ini mendapatkan suport Manly Manado Society (MMS) dan Corporate Australia, seperti dikatakan oleh Dr. Drevy Malalantang, sebagai Direktur STIEPAR Manado dalam room zoom rapat bersama, Rabu, 21 Oktober 2020. Beliau Mengucapkan terima kasih atas kerja sama mereka.

“Terima Kasih dan penghargaan yang tinggi ke MMS dan Corporate Australia dan semua barisan yang sudah menyiapkan segala hal dalam rencana dumulainya Internasional Class Practice English Klub” Sebut Malalantang.

Drevy menambah, Program Kelas jarak jauh dengan basis virtual teleconference MMS-STIEPAR, dengan cara resmi dibuka. Dan mulai akan awalnya November. Sepanjang satu semester. Di alokasi untuk Mahasiswa tingkat akhir.

“Program ini mempunyai tujuan untuk tingkatkan kekuatan dan keyakinan diri dalam berbahasa Inggris untuk Mahasiswa tingkat akhir di STIEPAR Manado. Kelas jarak jauh dengan basis virtual teleconference ini dengan cara resmi sudah dirilis dan akan diawali pada tanggal 6 Nopember 2020 dikerjakan sepanjang satu semester lama waktunya sampai bulan Februari 2020. Ini sebagai Visi kenaikan kualitas SDM Pariwisata (mahasiswa) terutamanya kekuatan berbahasa Inggris” Sambungnya

Dari Sydney, Ketua MMS, Maudie Rindorido Gusti, lewat kicauannya di sosial media Facebook, beliau turut mensyukuri hubungan kerja sama dari beberapa tutor karena secara suka-rela memberikan dukungan program MMS-STIEPAR.

“Benar-benar mengucapkan terima kasih ke beberapa Tutor yang disebut (native speaker) pengucap asli bahasa Inggris dan (non native speaker) non pengucap asli bahasa Indonesia, yang turut memberikan dukungan program MMS-STIEPAR ini” Tulisnya “Pernyataan rasa terima kasih dikatakan ke Margaret Haynes, Virginia Hilliard, Bobby Babin, Cameron Rogers, Wendy Moore, Richard Ouvrier, Jo Lemon, Riang Siagian, Etty Hawes, Pendeta dari Neutral Bay Uniting Church Liam McKenna dan sekretaris MMS, FX Ari Prasetio dan Wakil Ketua Keynes Lengkong”

Maudie respek. Jika kontributor beberapa mentro tidak ternilai harga. Mereka murni sukarel.

“Amal mereka sebagai karunia untuk memberkati seseorang” Puji Maudie “Mudah-mudahan Tuhan berkati kebaikan Anda “

Ketua MMS tidak lupa mengucapkan terima kasih ke rekanan kerjanya, STIEPAR Manado. Karena mengikutsertakan MMS pada visi mulia dalam memanusiakan manusia.

“Terima kasih ke Direktur Stiepar Manado Bapak Drevy Malalantang untuk peluang bekerja dengan STIEPAR Manado, ini ialah perwujudan semboyan Sitou Timou Tumou Tou” paparnya.

Dijumpai jika Perguruan Tinggi dengan detail Kepariwisataan yang sudah jadi acuan Pengajaran Tinggi Pariwisata di Sulawesi Utara sudah melakukan bermacam Kerja sama dengan Luar Negeri salah satunya Singapura, Belanda dan Australia.

STIEPAR Peduli Lingkungan

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (Stiepar) Manado perduli lingkungan bersihkan Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (7/3/2020).

Seperti topik yang tercatat di baliho yang terpasang di seputar pembersihan “Beach Clean Up” Be Part Of Solution Not Part Of The Polution, (“Membersihkan Pantai” Jadilah jalan keluar, bukan pencemaran).

Mahasiswa atau beberapa dosen kerja bersama sapu dan mengambil tiap sampah di tepian pantai dan langsung diisi di karung.

Usai pengangkatan sampah, faksi kelurahan langsung bekerja bersama dengan mengusung langsung sampah dengan mobil.

Dr Drevy Malalantang Ssi SE MPd MM sebagai direktur Stiepar Manado menjelaskan, mereka mengikutsertakan mahasiswa dan dosen,

“Aktivitas ini untuk perduli lingkungan khususnya pantai, karena Manado, Sulawesi Utara, dikenali dengan rekreasi bahari,” kata Drevy.

Sambungnya, dalam masalah ini mahasiswa kita ajak agar benar-benar lakukan apa yang mereka dalami di universitas mengenai pariwisata ke beberapa hal yang riil.

“Kita harus jadi sisi daripada jalan keluar, bukan jadi sisi untuk ikut mengotori pantai,” sambungnya.

Dia mengharap, warga yang ada di seputar dapat turut sadar jaga lingkungan pantai ini supaya kelihatan bersih.

Dia mengimbau supaya pelancong lokal yang tiba di posisi pantai, sesudah berekreasi tidak tinggalkan sampah.

Untuknya jika tiap hari dan tiap minggu tiba dan tinggalkan sampah karena itu pantai ini bakal menjadi tempat sampah.

Dia ucapkan, aktivitas ini tidak cuma sekali saja tapi akan dengan teratur, tiap akhir pekan mahasiswa akan turun ke pantai selalu untuk jaga dan bersihkan pantai.

“Agar dengan aktivitas semacam ini warga akan turut sadar bersama bersihkan pantai,” sebut Drevy.

Tiap mahasiswa akan sibagi perkelompok dan mereka yang bakal mengawasi dan akan turun tiap minggu jaga kebersihan pantai.

Yang di turunkan lebih kurang 100 mahasiswa, dari jalur management pariwisata dan management perhotelan dan beberapa dosen sebelas orang.

Kegiatan Mahasiswa di Pantai Tulap

Sesudah berjalan sepanjang kurang dari satu minggu di universitas Stiepar Manado, aktivitas dalam rencana tujuan pengajaran untuk mahasiswa baru disudahi dengan aktivitas di pesisir pantai Minahasa.

Yudhi Mangimbulude sebagai panitia aktivitas menjelaskan, aktivitas minggu tujuan mahasiswa baru yang dikenali dengan Posmaba di Stiepar, berjalan sepanjang seminggu berisi bermacam materi. Pembicaranya ialah dosen Stiepar Manado ditambahkan materi industri pariwisata dan lembaga pemerintahan seperti Dinas Pariwisata Kota Manado.

Menurut Yudhi, sesudah dalam universitas aktivitas Posmaba selanjutnya diteruskan di luar universitas di Pantai Tulap Minahasa.

Aktivitas outdoor itu berjalan benar-benar semarak dan dituruti oleh 75 orang mahasiswa, dilalui dengan bermacam aktivitas diantaranya outbound game, dan bermacam aktivitas. Maksudnya membuat kerja sama team, memupuk kebersama-samaan dan persatuan dan membuat psikis dan latih leadership. “Hal yang memikat aktivitas outdoor universitas ini dikerjakan di posisi seputar pantai teritori ekosistem fundamental pesisir Kabupaten Minahasa yang umumnya dilaksanakan untuk penangkaran penyu yakni hewan yang diproteksi dan telah hampir musnah,” sebut ia.